Jenis Sumber Pendanaan untuk Social Enterprise

Topik kita sekarang adalah jenis sumber pendanaan untuk social enterprise. Dana adalah sumber daya utama untuk memulai usaha apapun, termasuk social enterprise. Dana bisa berasal dari berbagai sumber, sehingga tidak perlu melulu mengandalkan kemampuan sendiri yang terbatas. Banyak contoh wirausaha yang memulai usahanya tanpa modal sendiri.

Jenis Sumber Pendanaan untuk Social Enterprise

Jenis Sumber Pendanaan untuk Social Enterprise

Untuk itu, penting diketahui oleh social entrepreneur (atau calon) bahwa sebenarnya ada dana yang tersedia bagi mereka untuk mengaktualisasikan impian mereka meskipun dana tersebut tidak secara spesifik ditujukan bagi kegiatan social entrepreneurship. Untuk itu, sekali lagi, para social entrepreneur harus proaktif karena terkadang sosialisasi terhadap berbagai program termasuk program yang mendorong kewirausahaan masih terbatas.

Akibatnya, masyarakat berpandangan bahwa dukungan pemerintah dan pihak swasta masih sangat rendah untuk kegiatan kewirausahaan, terlebih kewirausahaan sosial. Dukungan dana untuk kegiatan social entrepreneurship tersebut ada yang berupa dana sosial, semikomersial, dan ada yang komersial.

Dana sosial adalah yang bersifat gratis atau hibah, penerima tidak perlu mengembalikan dana tersebut. Dana tersebut bisa berupa

  • Proposal based grant (hibah),
  • Hadiah dari kegiatan kompetisi,
  • Kerjasama Program CSR Perusahaan, atau
  • Dana program bantuan sosial dari BUMN, perusahaan swasta, dan LSM/NGO (termasuk lembaga pengelola dana ZISWAF).

Dana semikomersial adalah dana yang tidak gratis namun menawarkan skema pengembalian yang lunak. Di antara sumber dana jenis ini adalah:

  • Dana bergulir program pemerintah yang menawarkan biaya jasa atau bunga di bawah harga pasar.
  • Dana dari lembaga angel investor atau impact investor yang pada umumnya tidak meminjamkan dana melainkan menanamkan modal pada suatu social enterprise dengan tuntutan deviden (bagi hasil dari laba usaha) yang tidak berat.
  • Dana pinjaman lunak (soft loan), misalnya dengan masa tenggang yang lebih lama, melonggarkan persyaratan agunan fisik, atau suku bunga yang rendah.
  • Dana investasi tanpa deviden (non-devident investment) seperti yang dikembangkan oleh Muhammad Yunus. Dana yang dapat diambil kembali hanyalah pokok investasi tanpa tambahan kompensasi apa pun, baik berupa deviden maupun bunga.
  • Dana iuran atau patungan anggota.
Comercial Fund (Dana Komersial)

Dana komersial adalah dana-dana yang berasal dari lembaga keuangan komersial seperti bank dan perusahaan pembiayaan yang berupa pinjaman dengan suku bunga sesuai harga pasar atau penanaman modal dari perusahaan modal ventura (PMV) komersial yang memiliki target deviden atau peningkatan nilai perusahaan tertentu. PMV umumnya ingin menjual kembali perusahaan yang dimodalinya ketika nilai perusahaannya sudah meningkat signifikan. Misalnya :

  • Penawaran modal dengan target financial return
  • Pinjaman Perbankan
  • Pendapatan Bisnis
  • Pinjaman non-perbankan (Financial/leasing)
  • Pegadaian

Adapun yang akan dibahas di sini adalah bentuk dukungan dana yang bersifat sosial atau semikomersial saja.

Sekian info perihal jenis sumber pendanaan untuk social enterprise, kami harap artikel kali ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *