Gambaran Ekosistem Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Di postingan ini kami akan ulas mengenai gambaran ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Wirausaha sosial lahir bukan dari kondisi yang serba ada, tapi justru lahir dari masalah atau kekurangan yang kita hadapi. Dengan 1001 masalah sosial yang harus diatasi, Indonesia seharusnya menjadi ladang subur bagi wirausaha sosial.

Gambaran Ekosistem Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Gambaran Ekosistem Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Dalam ilmu biologi, ekosistem berarti sistem interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Contoh sederhana dari proses dalam ekosistem adalah interaksi antara hewan, tanaman, sinar matahari, dan udara. Sinar matahari membantu proses fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh dan berbunga.

Pada beberapa kasus, hewan memakan tanaman tersebut, seperti tikus yang memakan tanaman padi. Namun, ada pula kasus hewan yang justru membantu proses kembang biak tanaman, seperti lebah yang mengisap nektar dari bunga sekaligus membantu terjadinya proses penyerbukan. Intinya, di dalam ekosistem terdapat unsur-unsur yang mengganggu dan mendukung setiap makhluk yang hidup di ekosistem tersebut.

Dengan meminjam istilah tersebut, bagian ini akan membahas kondisi ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Jika di dalam ekosistem hutan terdapat:

  • semak belukar,
  • benalu,
  • serangga,
  • burung-burung,
  • hewan buas, serta
  • hewan pengerat seperti tikus dan tupai yang dapat mendukung atau mengganggu tumbuh kembang tanaman.

Maka di dalam ekosistem kewirausahaan sosial terdapat

  • kebijakan pemerintah,
  • fasilitas keuangan,
  • lingkungan pendukung, dan
  • kondisi budaya yang juga dapat mendukung atau mengganggu pertumbuhan kewirausahaan sosial di Indonesia.

Layaknya ekosistem hutan yang terdiri dari ribuan jenis makhluk hidup yang saling berinteraksi, ekosistem kewirausahaan sosial juga terdiri dari banyak hal yang bersifat spesifik dan unik. Jika dibahas satu per satu, mungkin akan panjang hanya untuk membahas ekosistem saja. Namun, tujuan kami ini bukan untuk membuat pembaca menjadi ahli ekosistem kewirausahaan di Indonesia.

Bagian ini bertujuan memberi gambaran kepada pembaca mengenai kondisi Indonesia agar pembaca dapat menyusun atau menyesuaikan rencana usaha sosial dengan lebih mantap. Oleh karena itu, pembahasan mengenai kondisi ekosistem akan dijabarkan berdasarkan beberapa aspek utama saja.

Aspek Ekosistem Kewirausahaan

Mengacu pada Domains of the Entrepreneurship Ecosystem oleh Daniel Isenberg dari Babson Global’s New Entrepreneurship Ecosystem Project (BEEP), ekosistem kewirausahaan terdiri dari enam aspek utama. Keenam aspek ekosistem kewirausahaan tersebut adalah :

  • Aspek kebijakan pemerintah,
  • Aspek fasilitas keuangan / finansial (financial),
  • Aspek kondisi budaya,
  • Aspek fasilitas pendukung,
  • Aspek kualitas modal manusia, dan
  • Aspek kondisi pasar (markets).

Dalam rangka menyesuaikan dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, aspek lokasi geografis ditambahkan untuk memberi gambaran bahwa suatu ide atau rencana usaha sosial dapat dijalankan secara efektif jika sudah disesuaikan dengan kondisi dari lokasi geografisnya. Berikut ulasannya.

Kebijakan

  • Prioritas Prolegnas 2015: Ruu Kewirausahaan Nasional.
  • Undang-Undang No. 40/2007
  • Undang-Undang No. 25 tahun 2007
  • Peraturan Menteri Negara BUMN
  • Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN)
  • Paket Kebijakan Kewirausahaan

Finansial

  • Program pemerintah
  • BUMN – PKBL
  • Perusahaan swasta – CSR
  • LSM / NGO
  • Impact dan Angel Investor
  • Social Enterprise lainnya

Dukungan

  • Dukungan moral
  • Kegiatan pendukung
  • Infrastruktur
  • Dukungan keahlian (professional)

Budaya

  • Kisah sukses wirausaha
  • Norma dan tata nilai (values).

Modal Manusia

  • Sumber daya manusia
  • Institusi pendidikan

Kondisi Pasar (Markets)

  • Konsumen
  • Jejaring (Networking)

Lokasi Geografis

  • Karakteristik kemiskinan
  • Sumber daya alam
  • Karakteristik wilayah

Demikian informasi perihal gambaran ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia, kami harap artikel ini mencerahkan sahabat semua. Mohon artikel ini diviralkan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *