Dukungan Finansial dari Pemerintah Indonesia

Kali ini kami akan bahas seputar dukungan finansial dari pemerintah Indonesia. Seperti dijelaskan sebelumnya, program pemerintah berupa dukungan pendanaan untuk wirausaha atau calon wirausaha terutama dikelola oleh Kementerian KUKM dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program utama Kementerian KUKM adalah Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Dukungan Finansial dari Pemerintah Indonesia

Dukungan Finansial dari Pemerintah Indonesia

GKN adalah program yang memberikan pelatihan dan bantuan dana untuk wirausaha pemula yang menyiapkan proposal usaha (business plan) yang layak. Proposal usaha tersebut boleh murni ide usaha baru, boleh pula suatu bisnis yang sudah dimulai namun masih dalam tahap start-up. Bantuan dana yang diberikan bisa mencapai Rp 25 juta per proposal. Pada tahun 2013 program ini menargetkan 1.000 wirausaha pemula, dan pada tahun 2014 sekitar 2.500 wirausaha pemula.

Meskipun demikian, muncul beberapa kritik terhadap GKN ini karena para peserta yang mengikuti seleksi tidak diberitahu mengenai kriteria yang digunakan dalam menilai proposal bisnis yang masuk. Selain itu, tidak sedikit yang mengeluhkan beberapa masalah. Misalnya kurang profesionalnya panitia, kendala teknis seperti :

  • kacaunya server email penerima proposal,
  • rendahnya respons panitia, serta
  • tidak adanya respons yang dijanjikan untuk setiap proposal yang masuk.

Lepas dari berbagai kendala tersebut, kita tetap harus mengapresiasi aksi pemerintah untuk menstimulasi kegiatan kewirausahaan di Indonesia. Akan tetapi, perbaikan harus tetap dilakukan mengingat program ini memakan dana rakyat yang tidak sedikit yakni lebih dari Rp 60 miliar.

Pinjaman Lunak dari Pemerintah

Fasilitas lain yang diberikan pemerintah melalui Kementerian KUKM adalah LPDB. Melalui lembaga ini, pelaku usaha dapat mengakses pinjaman lunak. Namun, pinjaman lunak tersebut tidak dapat diakses secara ritel oleh masing-masing pelaku usaha, melainkan harus secara grosir (wholesale) melalui media koperasi atau perusahaan modal ventura.

Sementara itu, fasilitas pendukung dari pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Ristek dan Dikti adalah Program Mahasiswa Wirausaha yang juga berupa kompetisi business plan namun khusus untuk mahasiswa. Program ini memberikan pelatihan dan bantuan dana maksimal Rp 8 juta per orang dan maksimal Rp 40 juta per kelompok (yang terdiri dari lima orang).

Selain itu, Kementerian Ristek dan Dikti juga menyalurkan cukup banyak dana hibah pengabdian masyarakat yang dapat diakses oleh para dosen. Dalam mengakses dana tersebut, dosen dapat mengajak mahasiswa dan mitra dari masyarakat untuk bergabung ke dalam timnya. Dana ini juga sesuai untuk diakses para social entrepreneur pemula yang masih harus menguji atau memvalidasi ide dan konsep usaha sosialnya.

Dreamdelion

Sebagai contoh adalah Dreamdelion. Alia Noor Anoviar, pendiri Dreamdelion, mengakses dana pengabdian masyarakat tersebut bersama dosennya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Melalui dana hibah tersebut mereka dapat menyelenggarakan tiga kali pelatihan untuk ibu-ibu di Manggarai yang mereka bina dan membeli bahan baku kerajinan senilai Rp 12 juta.

Selain itu, sebesar Rp 3 juta digunakan untuk mempromosikan produk yang mereka hasilkan, serta Rp 3 juta untuk mendukung kegiatan operasional berupa transportasi, komunikasi, dan konsumsi. Mereka juga mengadakan lima kali pelatihan dengan para ahli untuk penguatan internal tim Dreamdelion sendiri. Lumayan, kan?

Bagi kalian yang sedang dalam masa start-up, selama punya konsep kegiatan yang jelas, jangan sungkan untuk mendekati dosen atau teman yang punya dosen (jika kalian bukan mahasiswa perguruan tinggi) untuk mencoba mengakses dana ini.

Sekian info perihal dukungan finansial dari pemerintah Indonesia, semoga postingan kali ini membantu kawan-kawan semua. Kami berharap postingan ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *