Dukungan Finansial dari Badan Usaha Milik Negara

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan berkaitan dengan dukungan finansial dari Badan Usaha Milik Negara. Pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh BUMN untuk melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Seperti yang digambarkan melalui namanya, PKBL memiliki dua fokus kegiatan.

Dukungan Finansial dari Badan Usaha Milik Negara

Dukungan Finansial dari Badan Usaha Milik Negara

Fokus pertama adalah Program Kemitraan yang bertujuan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui fasilitas pinjaman ataupun kredit mikro lunak kepada pengusaha kecil yang potensial. Pinjaman dalam Program Kemitraan ada yang berupa pinjaman untuk modal kerja dan/atau pembelian aktiva tetap produktif.

Ada pula yang berupa pinjaman khusus bagi UMK yang telah menjadi binaan yang bersifat pinjaman tambahan dalam rangka memenuhi pesanan dari rekanan usaha UMK binaan. Pinjaman tersebut diberikan dengan biaya jasa yang ringan (yaitu hanya 6% per tahun), persyaratan agunan fisik yang lebih rileks, disertai dengan pendampingan berupa kegiatan pelatihan, pemagangan, dan pameran.

Program Bina Lingkungan

Fokus kedua adalah program Bina Lingkungan yang lebih berfokus pada kegiatan bantuan sosial untuk bencana alam, bantuan pendidikan dan pelatihan, bantuan prasarana umum, bantuan kesehatan masyarakat, bantuan sarana ibadah, serta bantuan pelestarian alam. Tidak sedikit social enterprise yang berawal dari sebuah proyek sosial. Oleh karena itu, dana Bina Lingkungan ini tergolong sesuai untuk menjadi target social entrepreneur pemula.

Hampir semua BUMN (selama menghasilkan laba) menyediakan PKBL. Namun, tidak semua BUMN mengelolanya dan memublikasikannya dengan serius. Hal ini memicu kritik bahwa kegiatan PKBL dilakukan tanpa perencanaan yang memadai, peraturan yang tidak tegas, dan pertanggungjawaban program yang tidak jelas.

Terlepas dari adanya kelemahan tersebut, beberapa BUMN mengelola kegiatan PKBL-nya dengan cukup baik. Salah satu contoh menarik adalah pelaksanaan PKBL BUMN dari PT PLN. PT PLN pernah memberikan dana pada Bank Sampah Bintang Mangrove. Bank sampah ini didirikan karena keprihatinan atas sering matinya tanaman mangrove yang setiap tahun ditanam oleh PLN.

Hal ini terjadi karena banyaknya sampah yang melilit sehingga tanaman mudah terbawa arus. Sebelumnya, pembersihan sungai dilakukan melalui kerja bakti dengan membayar warga setempat. Namun, kegiatan ini berbiaya cukup tinggi. Akhirnya, didirikanlah bank sampah secara permanen untuk mengajak masyarakat sekitar aliran sungai mengelola sampahnya dan menjadi nasabah bank sampah.

Hasil penjualan sampah kepada bank sampah dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga, membayar biaya listrik PLN, simpan pinjam, biaya anak sekolah, serta berobat.

Sekian info mengenai dukungan finansial dari Badan Usaha Milik Negara, kami harap postingan kali ini berguna buat kalian. Mohon postingan ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Post A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *