Bangun Usaha Waralaba

Di artikel ini kami akan ulas terkait dengan Bangun Usaha Waralaba. Bagi Anda yang berkeinginan berusaha tetapi tak mempunyai modal besar bisnis waralaba yaitu jawabannya. Tentu saja, tak sembarang waralaba yang Anda pilih. Ada tips-kiat khusus dalam memilih usaha waralaba yang baik.

Bangun Usaha Waralaba

Bangun Usaha Waralaba

Bisnis waralaba yang baik ialah usaha yang dibutuhkan sehari-hari ialah makanan, minuman, pendidikan, salon, bengkel dan bidang ritel. Kecuali itu ada pula sebagian tempat yang berpotensi memaksimalkan produknya untuk waralaba, seumpama di Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan produk makanan dan batik, Bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian.

Berhati-hatilah, sebab saat ini banyak franchisor yang menawarkan produknya untuk diwaralabakan dengan berjenis-jenis penawaran yang menarik, sedangkan belum tentu bisnis yang mereka tawarkan tersebut memiliki peluang yang baik. Ada sebagian hal yang wajib Anda pertimbangkan dan cermati agar waralaba yang akan Anda beli tersebut nantinya bisa memberikan pendapatan yang optimal.

Bangun Usaha Waralaba

Tujuan utama dalam mengerjakan bisnis yaitu untuk menerima laba. Janji inilah yang harus dikendalikan oleh para calon franchisee sebelum memilih dan menekuni bisnis waralaba. Sampai franchisor yang mengatakan bahwa bisnisnya dapat membukukan Break Even Point (BEP) dalam waktu singkat. Jangan seketika dipercaya begitu saja karena diperlukan survei mendalam untuk dapat mempertimbangkan franchise mana yang mempunyai prospek baik.

Pengukuran dikala ini, bisnis waralaba telah banyak memberikan profit terhadap franchisee-nya sehingga kecurigaan yang berlebihan kepada franchisor bahkan tak rupanya. Melakukan penting yakni franchisee seharusnya melakukan penelitian mengenai franchise yang diinginkannya secara mendalam sebelum mempertimbangkan untuk membelinya.

Bangun Usaha Waralaba

Ada sebelas kiat memulai bisnis waralaba, antara lain:

1. Penilaian sendiri

Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda telah mendapatkan atribut yang tepat untuk membangun bisnis yang sukses? Kisah berhasil dalam semalam betul-betul jarang, namun lebih banyak yang memerlukan kerja keras dalam membangun bisnis. Sistem bisnis sendiri memang lebih menguntungkan, namun dapat pula minta tanggung jawab penuh terhadap konsumen, pemasok, dan karyawan.

2. Cari kabar perihal bisnis franchise

Jangan cuma terbuai oleh brosur dari franchisor. Lakukan riset di lapangan kepada para franchisee yang telah lebih dahulu menjalani bisnis waralaba apakah mereka benar-benar merasakan profit dan kemudahan? Lazimnya mereka mengalamai kerugian, apa yang menyebabkan outlet merugi? Ketika lain, lakukan pengamatan apangan secara lantas kepada kegiatan operasional para franchisee hal yang demikian.

Bangun Usaha Waralaba

3. Lakukan riset mandiri

Anda membutuhkan perjalanan panjang menuju sebuah keputusan apakah waralaba yang ditaksir memang layak untuk Anda? Pastikan bahwa Anda memperhatikan kans bisnis dan memilik kemampuan tentangnya, sekalian kapabel menjangkaunya.

4. Lakukan riset sendiri tentang kaitan antara potensi bisnis dan calon lokasi yang hendak dipilih, serta beraneka kendala di lapangan

Bicarakan pihak franchisor telah menyediakan opsi lokasi atau riset potensi pasar di wilayah tertentu, tapi alangkah pantasnya jika Anda sendiri juga melakukan riset tersebut sehingga Anda benar-benar tahu situasi lokasi yang hendak Anda pilih. Riset merupakan landasan utama dalam membangun bisnis.

Pelajari kultur masyarakat di daerah Anda akan membuka usaha. Apakah usaha yang akan dibangun memilik pasar yang prospektif? Tentukan pula target utamanya. Jangan tergiur memperhatikan tren bisnis dan latah demikian itu saja mencontohnya apalagi kalau Anda telah menjadi yang ketiga, keempat, atau kelima.

Bangun Usaha Waralaba

5. Ajukan pertanyaan

Jikalau mempertimbangkan hak waralaba penting bagi Anda untuk mengajukan banyak pertanyaan sehingga Anda dapat membuat keputusan dengan pengetahuan (informed decision).

6. Bicaralah pada franchisee

Anda perlu berdiskusi kepada franchisee yang sudah ada. Tanyakan mengenai bantuan yang mereka peroleh dan apakah mereka mencapai proyeksi finansial awal mereka? Luangkan waktu untuk berdialog dengan beberapa franchisee untuk menerima opini yang luas sebelum Anda membuat keputusan.

7. Dukungan keluarga

Anda tentu akan membutuhkan dukungan dari keluarga pada ketika membangun bisnis baru. Nasehat pada mereka perihal imbas berprofesi sendiri sebelum membikin suatu janji. Biasanya Anda tidak mendapatkan dukungan penuh karenanya hal hal yang demikian menjadi suatu kebodohan sekiranya dilanjutkan. Oleh karena itu, libatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Bangun Usaha Waralaba

8. Nasihat profesional

Sebelum membuat komitmen berinvestasi dalam bisnis waralaba, Anda wajib mencari nasehat dari profesional. Bank akan memberikan Anda suatu pengukuran yang berharga. Jaringan bisnis konsultan dan akuntan dapat pula membantu Anda dalam memproduksi agenda bisnis.

9. Pinjamlah dana dalam jumlah yang cocok dan pemilihan pinjaman dana

Kalau besar Anda meminjam maka makin besar pula biaya yang akan ditanggung. Terpenting Anda wajib menjadikan keuntungan yang lebih besar untuk menutupi tarif tersebut. Oleh sebab itu, pinjamlah pantas kebutuhan. Biasanya Anda gagal menerima modal dalam jumlah yang cukup, kemungkinan akan susah mendekati (re-approach) kreditor lagi untuk menjamin dana tambahan.

Selain seandainya bisnis belum menampilkan performa seperti diproyeksikan dalam agenda bisnis. Membuka usaha identik dengan dana tunai dan dana usaha yang besar. Itulah yang membikin orang berdaya upaya dua kali saat hendak membuka usaha: dibenturkan pada keperluan modal yang besar sementara mereka belum yakin apakah usahanya akan sukses seperti dalam perkiraan. Jangan buru-buru menyerah dikala terbentur soal modal.

Bangun Usaha Waralaba

Membangun usaha memang butuh dukungan dari berbagai pihak, sepert pihak pinjaman dana tunai dan pinjaman dana usaha. Anda dapat mengajukan pinjaman dana pada bank yang menangani usaha kecil atau Anda dapat mengambil pinjaman pribadi di bank. Kecuali lainnya, Anda mencari rekanan yang ingin berinvestasi untuk mengawali usaha bersama.

10. Persiapkan dana untuk perputaran

Selain dana investasi untuk sewa kelengkapan, dan peralatan, ada pula dana lain yang wajib dipersiapkan yaitu dana untuk perputaran. Idealnya, untuk usaha makanan, dibutuhkan dana sekitar tiga bulan cadangan untuk diputarkan atau sebagai modal kerja. Selain itu, persiapkan juga dana untuk cadangan darurat.

Rencana disarankan supaya memiliki cadangan dana apabila bisnis memerlukan waktu lebih lama untuk take off. Rencana darurat untuk pengeluaran selama sebagian tahun akan amat berkhasiat.

Bangun Usaha Waralaba

11. Agenda bisnis dan ikuti sistem

Rencana bisnis mempunyai tujuan ganda, yakni sebagai dokumen kerja yang akan menjadi benchmark kinerja bisnis Anda dan merepresentasikan dukungan finansial bagi bisnis Anda. Agenda bisnis wajib diperkenalkan dengan bagus dan kirimkan salinannya kepada kreditor khususnya dulu sebelum rapat yang dijadwalkan.

Anda berinvestasi pada contoh bisnis yang melelahkan, teruji, dan telah rupanya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mencontoh sistem yang dikembangkan pewaralaba dalam membuka peluang berhasil bagi Anda.

Apa yang wajib dijalankan oleh pihak franchisee ketika usaha waralabanya menonjolkan perkembangan yang kurang bagus? Sebaiknya franchisee seketika mengkonsultasikan hal tersebut terhadap franchisor-nya. Minta evaluasi secara terbuka kalau ada kekurangan pengelolaan. Sebagai bahan pertimbangan membikin program, berikan pula gagasan-gagasan yang selama ini dianggap bagus, namun belum sempat dilakukan.

Sekian informasi mengenai Bangun Usaha Waralaba, semoga post ini bermanfaat buat Anda. Tolong post ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

*Your email address will not be published. Required fields are marked

*